Bojonegoro dan Petroganik: Sinyal Kuat Bahwa Pertanian Indonesia Harus Berubah
HIMPO Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mulai melihat pertanian dari perspektif yang lebih mendasar. Pertanyaan yang harus mulai diajukan bukan lagi sekadar “berapa pupuk yang digunakan”, tetapi “bagaimana kondisi tanah yang kita kelola”. Karena dari situlah masa depan pertanian Indonesia akan ditentukan.
Admin HIMPO Pusat
4/29/20261 min read


Capaian Kabupaten Bojonegoro sebagai daerah dengan serapan pupuk organik Petroganik tertinggi kedua secara nasional menjadi bukti bahwa arah pertanian Indonesia mulai bergerak ke jalur yang lebih berkelanjutan. Berdasarkan data dua tahun terakhir, serapan Petroganik di Bojonegoro konsisten berada di posisi kedua nasional. Bagi HIMPO Indonesia, ini bukan sekadar angka, tetapi tanda bahwa kesadaran petani terhadap pentingnya kesehatan tanah mulai meningkat.
Selama ini, pertanian sering berfokus pada hasil jangka pendek melalui penggunaan pupuk anorganik, tanpa memperhatikan kondisi tanah. Dampaknya, kualitas tanah menurun dan produktivitas menjadi tidak stabil. Apa yang terjadi di Bojonegoro menunjukkan perubahan: petani mulai memahami bahwa bahan organik adalah fondasi kesuburan.
Hal ini diperkuat oleh pernyataan Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, bahwa peningkatan penggunaan pupuk organik turut mendorong kenaikan produksi pertanian dari 710.000 ton menjadi 864.000 ton. Capaian ini menjadi indikator positif bahwa penggunaan pupuk organik tidak hanya memperbaiki tanah, tetapi juga meningkatkan hasil panen.
HIMPO Indonesia memandang bahwa keberhasilan Bojonegoro adalah refleksi dari perubahan cara berpikir petani. Pupuk organik tidak lagi dianggap sebagai pelengkap, tetapi mulai diposisikan sebagai fondasi. Petroganik, dalam hal ini, berperan tidak hanya sebagai sumber nutrisi, tetapi sebagai alat untuk memulihkan kesehatan tanah. Dengan kemampuan memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kandungan bahan organik, serta membantu menjaga keseimbangan pH, Petroganik menjadi bagian penting dalam strategi pertanian berkelanjutan.
HIMPO Indonesia menegaskan bahwa pupuk organik seperti Petroganik harus ditempatkan sebagai bagian inti dari sistem pertanian, bukan sekadar alternatif. Pertanian masa depan tidak bisa lagi bergantung pada pendekatan instan, tetapi harus dibangun di atas fondasi tanah yang sehat. Bojonegoro telah menunjukkan bahwa hal tersebut bukan sesuatu yang utopis, melainkan sangat mungkin dicapai ketika ada kesadaran, dukungan kebijakan, dan penggunaan input yang tepat.
Pada akhirnya, HIMPO Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mulai melihat pertanian dari perspektif yang lebih mendasar. Pertanyaan yang harus mulai diajukan bukan lagi sekadar “berapa pupuk yang digunakan”, tetapi “bagaimana kondisi tanah yang kita kelola”. Karena dari situlah masa depan pertanian Indonesia akan ditentukan.
Pertanian berkelanjutan bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Dan langkah untuk memulainya sudah jelas: mengembalikan bahan organik ke tanah, salah satunya melalui penggunaan Petroganik secara konsisten.


