HIMPO Indonesia Tegaskan Komitmen Mutu Petroganik untuk Swasembada Pangan Berkelanjutan

Swasembada pangan tidak hanya berbicara tentang peningkatan produksi jangka pendek, tetapi tentang kemampuan sistem pertanian mempertahankan produktivitasnya secara berkelanjutan. Tanah yang terus dieksploitasi tanpa pengembalian bahan organik akan mengalami penurunan kesuburan dan berdampak pada hasil panen.

Admin.

2/26/20263 min read

Upaya memperkuat fondasi pertanian nasional yang berkelanjutan kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Himpunan Produsen Pupuk Organik (HIMPO) Indonesia Tahun 2026. Diselenggarakan di Solo, Jawa Tengah, Rakernas tahun ini menjadi momentum penting konsolidasi nasional para produsen pupuk organik dalam memperkuat komitmen terhadap mutu dan keberlanjutan, khususnya dalam produksi pupuk organik granul Petroganik sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) 7763:2024.

Mengusung semangat “Merawat Tanah, Mendukung Swasembada Pangan yang Berkelanjutan”, Rakernas HIMPO Indonesia tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan organisasi, melainkan ruang strategis untuk menyatukan visi seluruh mitra dalam menjaga kualitas pupuk organik nasional agar benar-benar mampu menjadi fondasi pertanian yang sehat dan produktif.

Konsolidasi Nasional Demi Tanah yang Sehat

Rakernas HIMPO Indonesia dihadiri lebih dari 100 mitra produsen pupuk organik dari berbagai wilayah Indonesia, serta perwakilan dari Balai Pengujian Tanah & Pupuk, PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Petrokimia Gresik, dan PT Pupuk Kujang. Kehadiran para pemangku kepentingan ini memperkuat sinergi antara produsen, distributor, dan regulator dalam mendukung sistem pertanian yang berkelanjutan.

Ketua Umum HIMPO Indonesia, Mohammad Parto, S.Sos., menegaskan bahwa mutu pupuk organik adalah komitmen yang tidak bisa ditawar. Menurutnya, pupuk organik menyangkut masa depan kesuburan tanah dan kepercayaan petani. Pernyataan tersebut selaras dengan berbagai kajian global yang menekankan pentingnya kesehatan tanah sebagai fondasi sistem pangan. Laporan FAO (2022) dalam The State of the World’s Land and Water Resources for Food and Agriculture menegaskan bahwa degradasi lahan menjadi salah satu ancaman utama ketahanan pangan dunia. Sistem pertanian yang tidak memperhatikan keseimbangan bahan organik tanah berisiko menurunkan produktivitas dalam jangka panjang.

Dengan demikian, penggunaan pupuk organik berkualitas bukan hanya pilihan teknis, tetapi strategi perlindungan sumber daya lahan secara berkelanjutan.

SNI 7763:2024 sebagai Pilar Mutu Petroganik

Komitmen mutu yang ditegaskan dalam Rakernas 2026 berlandaskan pada SNI 7763:2024 tentang pupuk organik. Standar ini menjadi acuan resmi dalam memastikan bahwa pupuk organik yang diproduksi memenuhi parameter teknis tertentu, seperti kandungan bahan organik minimum, kadar air, hingga aspek keamanan bagi tanah dan tanaman.

Dalam forum Rakernas, seluruh peserta menandatangani komitmen bersama untuk memproduksi pupuk Petroganik sesuai SNI 7763:2024. Penandatanganan tersebut menjadi simbol sekaligus pengikat moral bahwa mutu adalah prioritas utama organisasi.

Secara ilmiah, praktik pertanian berbasis organik memiliki kontribusi signifikan terhadap kesehatan tanah dan keberlanjutan sistem produksi. Seufert dan Ramankutty (2020) dalam jurnal Science Advances menjelaskan bahwa kinerja pertanian organik sangat bergantung pada konteks pengelolaan lahan, namun memiliki keunggulan dalam menjaga kualitas tanah dan stabilitas ekosistem. Artinya, ketika dikelola secara profesional dan terstandar, sistem berbasis organik mampu menjadi bagian penting dari strategi produksi pangan berkelanjutan.

Penerapan SNI 7763:2024 memastikan bahwa Petroganik tidak hanya sekadar pupuk tambahan, melainkan produk yang memenuhi standar mutu nasional sehingga mampu memberikan manfaat optimal bagi lahan pertanian.

Mutu sebagai Fondasi Swasembada Pangan

Swasembada pangan tidak hanya berbicara tentang peningkatan produksi jangka pendek, tetapi tentang kemampuan sistem pertanian mempertahankan produktivitasnya secara berkelanjutan. Tanah yang terus dieksploitasi tanpa pengembalian bahan organik akan mengalami penurunan kesuburan dan berdampak pada hasil panen.

Dalam konteks tersebut, pupuk organik berperan sebagai pembenah tanah yang membantu meningkatkan struktur tanah, kapasitas menahan air, serta aktivitas mikroorganisme yang mendukung pertumbuhan tanaman. Petroganik sebagai pupuk organik granul memberikan kemudahan aplikasi sekaligus manfaat perbaikan tanah secara bertahap.

Rakernas HIMPO Indonesia menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa peningkatan alokasi pupuk organik di tahun 2026 diiringi dengan penguatan pengawasan mutu. Volume produksi yang meningkat harus tetap menjaga standar kualitas sesuai SNI 7763:2024 agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani di lapangan.

Pengawasan Ketat dan Profesionalisme Produsen

Sebagai bentuk implementasi komitmen, HIMPO Indonesia mendorong setiap mitra memiliki sistem pengujian mutu internal. Keberadaan fasilitas pengujian atau laboratorium mini di tingkat pabrik menjadi langkah preventif untuk memastikan setiap produk memenuhi standar sebelum dipasarkan.

Langkah ini mencerminkan profesionalisme produsen pupuk organik nasional. Pengawasan mutu yang ketat tidak hanya menjaga reputasi organisasi, tetapi juga membangun kepercayaan jangka panjang dari petani dan pemerintah.

Komitmen untuk memusnahkan produk yang tidak lolos uji mutu menunjukkan bahwa HIMPO Indonesia menempatkan integritas di atas kepentingan jangka pendek. Prinsip tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun industri pupuk organik yang kredibel dan berkelanjutan.

Sinergi untuk Masa Depan Pertanian Indonesia

Rakernas HIMPO Indonesia 2026 menegaskan bahwa pupuk organik bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan bagian integral dari strategi swasembada pangan berkelanjutan. Sinergi antara produsen, pemerintah, dan BUMN pupuk menjadi fondasi penting dalam memperkuat sistem pertanian nasional.

Melalui kepatuhan terhadap SNI 7763:2024 dan penguatan komitmen mutu, HIMPO Indonesia menunjukkan perannya sebagai mitra strategis dalam menjaga kesehatan tanah dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Tanah yang sehat hari ini adalah investasi untuk generasi mendatang. Dengan semangat kolektif yang dibangun dalam Rakernas, HIMPO Indonesia optimistis bahwa pupuk Petroganik bermutu dapat menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan swasembada pangan Indonesia yang berkelanjutan.

Daftar Pustaka

Food and Agriculture Organization (FAO). (2022). The State of the World’s Land and Water Resources for Food and Agriculture 2021 – Systems at breaking point. Rome: FAO.

Seufert, V., & Ramankutty, N. (2020). Many shades of gray—The context-dependent performance of organic agriculture. Science Advances, 6(22), eaaz0161. https://doi.org/10.1126/sciadv.aaz0161